2 Jan 2012

PR bu binah



RADEN WERKUDARA
Werkudara adalah nama Bratasena sesudah dewasa. Pakaian
pun berobah seperti juga gelungnya yang dihias oleh seorang Dewa putri, Betari Durga. Sesudah berganti dandanan, Bratasena berganti nama menjadi Wrekodara.
Wrekodara sakti dan kuat. Senjatanya ialah kukunya sendiri yang bernama kuku Pancanaka yang sangat tajamnya. Menurut cerita tujuh kali tajam pisau cukur. Wrekodara juga mempunyai kekuatan angin dan mampu membongkar gunung. Ia tak pernah berjalan perlahan. Bila berjalan ia meloncat. Jauh loncatannya adalah tujuh kali penglihatan gajah.
Wrekodara selalu menjunjung kehormatan Pendawa. Ia adalah ibarat ibu-bapak Pendawa. Semboyannya ialah mati satu mati semua.
Ia pernah bertakhta sebagai raja di Gilingwesi dengan nama Tuguwasesa. Dalam perang Baratayuda ia perang tanding, orang lawan seorang dengan Suyudana.
Di dalam lakon Sridenta, Wrekodara berperang dengan Prabu Sridenta, raja negara Jumapala. Wrekodara dibanting oleh lawannya, hingga separo badannya masuk ke bumi. Karena ditolong oleh Arjuna, ia dapat keluar dari bumi.
Sewaktu mudanya dan masih bernama Bratasena, ia kawin dengan Seorang putri bernama Dewi Nagagini, putri Hyang Antaboga dan berputra Raden Antasena.
Di kala putri itu sedang mengandung, ia ditinggalkan oleh Bratasena.
Setelah anaknya dewasa, datanglah anaknya itu menghadap ayahananya. wrekodra bersedia mengakui Antasena sebagai anakny, kalau dia bisa membuktikan, bahwa dia lebih kuat daripada ayahnya.
Disergapnya Wrekodara oleh Antasena, hingga tak dapat bergerak lagi. Karena pembuktiannya itu, Antasena diakui oleh Wrekodara sebagai anaknya.
Wrekodara ksatria sakti yang karena memiliki kekuatan angin, tak dapat dikalahkan. Tetapi kedua putranya, Antareja dan Gatotkaca sebenarnya lebih sakti. Untuk membuktikan kesaktian mereka, masing masing berperang tanding dengan ayah mereka dan kalahlah Wrekodara. Kalah dalam perang tanding dengan anak-anaknya justru membikin bangga Wrekodara. Oleh Wrekodara anaknya disebut anak anung yang berarti anak sakti. Raden Wrekodara bermata telengan, berhidung dempak, berkumis, berjenggot dan berpupuk di dahi, bersanggul bentuk supit udang, bersunting waderan dan berdandan lain-Iainnya seperti yang terdapat pada Bratasena.
Wrekodara berwanda: 1. Lintang, 2. Lindu, 3. Lindupanon, 4. Bambang, 5. Gurnat, 6. Mimis. Semua wanda ini adalah karangan Susuhunan Anyakrawati wafat di Krapyak.

PR bu tarmi

Lembar Kerja Siswa
1.Pengertian penawaran
adalah jumlah barang dan jasa yang akan dijual pada tingkat harga dan waktu tertentu
2.Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
a.Biaya produksi
b.Tingkat teknologi
c.Harga barang lain
d.Tujuan perusahaan
3.Macam-macam penawaran:
a.Penawaran individu, yaitu jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual
b.Penawaran Kolektif, yaitu keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar.Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan.
4.Bunyi hukum penawaran adalah
Semakin rendah harga suatu barang/jasa akan semakin sedikit jumlah barang/jasa tersebut ditawarkan, dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang/jasa akan semakin besar jumlah barang/jasa tersebut ditawarkan.
5.Jelaskan yang dimaksud CENTRIS PARIBUS
yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah barang yang ditawar tidak berubah
6.Kurva penawaran
a.Titik O-P menunjukkan harga barang
b.Titik O-Q menunjukkan berbagai jumlah penawaran barang
c.Buatlah data permintaan kemudian kurvenya!
7.Pergeseran kurva penawaran
a.Bergeser ke kanan jika penawaran meningkat / naik
b.Bergeser ke kiri jika penawran menurun / berkurang


DATA PENAWARAN






KURVA PENAWARAN

31 Okt 2011

Lama -_-

hari ini aku ngerasa kok lama ya
dari kemarin aku pengennya pulang trus tidur
apalagi nanti ada ulangan matematika sama IPS
pak wawan juga udah pulang

aku berharap aja kalo aku pelajarannya sama pak wawan nilaiku bisa tetep bagus